That's what i like

Kamis, 19 April 2018

Laporan Literasi


Kata Pengantar

        Segala Puji syukur kita hanturkan kepada Allah SWT karena limpahan rahmat serta anugrah darinya sehingga kami mampu untuk menyelesaikan laporan teentang literasi setiap hari Rabu di SMKN 9 JAKARTA. Sholawat serta salam selalu kita curahkan kepada baginda besar Nabi Muhammad SAW yang sudah menyampaikan petunjuk Allah SWT untuk kita semua, sebuah petunjuk paling benar yakni syariah agama Islam yang sempurna dan satu-satunya karunia paling besar kepada seluruh alam semesta.
Penulis benar-benar berterima kasih sebab mampu menyelesaikan laporan tentang hasil laporan literasi. Akhir kata kami berharap semoga laporan kami dapat bermanfaat bagi kami, kepada pembaca.

Jakarta, 06 April 2018


     Setiap hari Rabu pagi, pukul 06:15 kami siswa dan siswi SMK N 9 Jakarta, rutin untuk melakukan literasi. Yaitu membaca buku bersifat fiksi maupun non fiksi, kecuali buku yang mengandung unsur sara atau yang tidak pantas untuk mahasiswa dan mahasiswi. Dalam literasi tersebut kami diberikan waktu 15 menit, setelah selesai biasanya salah satu dari beberapa murid ditunjuk untuk maju kedepan dengan menceritakan buku yang telah dibaca. Jika keadaan lapangan tidak memungkinkan seperti : hujan,  maka kami melakukan literasi didalam kelas masing-masing.  
Adapun tugas semesteran, yaitu kami siswa dan siswi SMK N 9 Jakarta diberi tugas untuk meresensi buku yang telah kami baca setiap hari rabu. 

Judul buku yang saya baca:
Judul buku: "Gerbang Dialog Danur "
Genre: Horror 
Pengarang: Risa Saraswati 
Penerbit: Bukune 
Kota terbit: Jakarta 12630
Cetakan: kedua, 2015
Halaman: xii+224 halaman; 14 x 20 cm
Buku ini menceritakan tentang persahabatan Risa dan kelima sahabatnya yang berbeda dimensi lain. Awal pertemanan mereka saat Risa yang saat itu masih kelas 5 SD, dia baru saja pindah dari desa ke kota Bandung. Risa tinggal bersama nenek dan sepupunya di sebuah rumah peninggalan Belanda. Di rumah inilah Risa memulai persahabatannya dengan lima anak hantu Belanda yang bernama Peter, Hans, Hendrick, William dan Janhsen. Risa mempunyai kelebihan bisa melihat mahluk ghaib. Kelima sahabatnya laki-laki semua sedangkan ia perempuan seorang diri.
            Kelebihan risa dapat melihat mereka adalah anugrah dan sekaligus kutukan untuknya. Kelebihan ini membawanya kedalam persahabatan unik dengan anak-anak belanda yang kini ia jalani hari-harinya bersama kelima sahabatnya.    
Risa mulai sadar dan mendapati bahwa sahabat yang setiap hari diajaknya mengobrol itu hanyalah sebuah  tulang belulang yang tidak bisa menapak di tanah dan mereka berbeda dimensi. Namun, Risa tidak mempersalahkan soal itu. Walaupun Risa dan kelima hantu Belanda itu berbeda dimensi, mereka tetap sahabat.
Mereka berlima hadir membawa warna-warna pelangi tidak hanya hitam ataupun  putih. Mereka membawa kebahagiaan dan keceriaan dalam hidupnya. Risa berusaha menjadi pendengar yang baik untuk kelima sahabat hantunya. Kebanyakan dari mereka bercerita tentang kesedihan yang dibuat oleh penjajah Jepang. Terkadang mereka menunjukan ekspresi kemarahan, sedih, menangis tanpa air mata bahkan terkadang menunjukan wujud yang sangat mengerikan. Tetapi, Risa tidak sama sekali takut. Risa berfikiran positif dan mengambil hikmah dari kejadian yang dialami oleh kelima sahabat hantunya itu.
Sudah beberapa tahun Risa dan kelima sahabatnya menjalin persahabatan. Dan saat itulah persahabatan Risa sedang diuji. Risa yang ketika itu masih kecil. Membuat janji terhadap Peter. Risa berjanji mengakhiri hidupnya agar bisa hidup selamanya bersama kelima sahabat hantunya. Risa berusaha menepati janjinya dengan melakukan percobaan bunuh diri sebanyak tiga kali. Mulai dari menyayat tangannya dan meminum obat – obatan warung dalam dosis yang cukup banyak. Tapi usaha yang di lakukan Risa selalu gagal.
Risa pun menyesal karena telah melanggar janji yang dia buat bersama Peter. Akibatnya, Peter pun marah besar dan mengajak empat sahabat Risa pergi meninggalkan Risa dan merekapun tak pernah muncul lagi dihidup Risa selama belasan tahun.
Selama ditinggal kelima sahabat hantunya, Risa encoba menyibukan dirinya dengan kehidupan nyatanya. Tapi tak jarang Risa bertemu dengan sahabat – sahabat hantu lainnya seperti Samantha, Ardiah, Teddy, Edwin, Jane, Sarah, Elizabeth dan Kasih. Tak sedikit dari mereka meminta bantuan kepada Risa untuk menemukan keluarga ataupun kekasih yang mereka cari. Sesungguhnya Risa sangat rindu terhadap kelima sahabat kecil hantunya itu.
Hingga Risa dewasa  kelima sahabatnya itu tidak pernah menapakkan batang hidungnya lagi. Sampai saat itu tiba, ketika Risa sedang rekaman lagu untuk albumnya. Kelima sahabat Risa muncul dan memberikan Risa dukungan. Kini kemanapun risa bernyanyi dan pergi selalu ditemani kelima sahabatnya meski kini risa bukan anak kecil seusia mereka namun kebersamaan, canda dan tawa mereka tak perna pudar.
   Penutup 
Demikianlah penulisan hasil. Saya meminta maaf jika penulisan laporan saya tidak sempurna dan masih banyak kata-kata yang tidak sesuai. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terima Kasih atas perhatiannya. 

Wassalamualaikum wr. Wb.

Kamis, 12 April 2018

         Kunjungan ke Stasiun Besar Gambir





Kata Pengantar

        Segala Puji syukur kita hanturkan kepada Allah SWT karena limpahan rahmat serta anugrah darinya sehingga kamu mampu untuk menyelesiakan laporan kunjungan tentang mesin cetak di Stasiun Besar Gambir. Sholawat serta salam selalu kita curahkan kepada baginda besar Nabi Muhammad SAW yang sudah meenyampaikan petunjuk Allah SWT untuk kita semua, sebuah petunjuk paling benar yakni syariah agama Islam yang sempurna dan satu-satunya karunia paling besar kepada seluruh alam semesta.
Penulis benar-benar berterima kasih sebab mampu menyelesaikan laporan kunjungan tentang mesin cetak tiket di Stasiun Besar Gambir. Selain itu, kami menyampaikan terima kasih terhadap seluruh pihak yang sudah membantu kami selama berlangsungnya acara tersebut.
Akhir kata kami berharap semoga laporan kunjungan tersebut dapat bermanfaat bagi kami, kepada pembaca

Jakarta, 06 April 2018


  ARIQ PRATAMA


1. Dasar Perintah
Siswa kelas X – AP 1 SMK Negeri 9 Jakarta melakukan kunjungan ke
Stasiun Gambir pada Selasa, 27 Maret 2018 atas dasar perintah dari Bpk.Kusnari selaku guru mata pelajaran Teknologi Perkantoran guna belajar bagaimana cara memesan tiket secara langsung maupun online dan belajar bagaimana cara mencetak tiket.
Pak kusnari memerintahkan secara langsung kepada siswa kelas X – OTKP 1 untuk melakukan kunjungan ke Stasiun Gambir. Beliau menyampaikan saat jam pelajaran Teknologi Perkantoran. Beliau juga menjelaskan tentang cara membuat dan mencetak sertifikat. Yang mana sertifikat tersebut akan diberikan kepada ketua Stasiun untuk meminta tanda tangan sebagai bukti bahwa kami telah melakukan kunjungan ke Stasiun Gambir.

2. Perjalanan
Pada pukul 07.00 WIB kami berkumpul di halaman SMK N 9 Jakarta,guna untuk mendapat pengarahan dari pak kusnari dan sambutan dari Bpk.Edy Sumartono selaku kepala Tata Usaha. Sebelum berangkat, kami berdoa bersama yang dipimpin oleh pak Edi. Kami berangkat naik bus TransJakarta yang didampingi oleh 3 guru yaitu pak Kusnari, Pak Dwi dan Bu Osda.
Kami berjalan menuju halte gedong panjang. Lalu kami menaiki busway pukul 07.30 WIB. Diperjalanan kami melihat kota tua, stasiun kota, monas, dan lain-lain. Kami turun di halte busway balai kota sekitar pukul delapan lewat. Dari balai kota kami jalan kaki menuju stasiun gambir yang letaknya tidak telalu jauh. Kami sampai di stasiun Gambir pukul 08.30 WIB.

3. Kegiatan di stasiun Gambir
Di stasiun gambir kami didampingi oleh pak Dwi dan Bu osda. Disana kami diberikan pengarahan oleh bu Diah Ena Wati, bagaimana cara memesan tiket secara langsung dan online dan bagaimana cara mencetak tiket. Kami diajak mengelilingi stasiun gambir, dan kami ditunjukkan tempat untuk mencetak tiket. Setelah itu salah satu dari kami menciba untuk mempraktikkan agar kami lebih paham menegnai mencetak tiket.
Setelah itu kami ke tempat pencetakan tiket dengan kartu identitas. Untuk anak sekolah menggunakan kartu pelajar dan untuk dewasa menggunakan KTP. Untuk anak berusia dibawah 3 tahun tidak dikenakan biaya.
Setelah itu kami naik ke lantai 2 memasuki aula duduk bersama para pembimbing. Disana diadakan sesi tanya jawab. Kami dijelaskan twntang adanya program baru PT. KAI yaitu kereta bandara dan program lainnya. Di Gambir ini hanya melayani kereta aoi kelas eksekutif. Ada Argo Bromo Anggrek, Argo Lawu, Argo Dwipangga dan lain-lain. Setelah itu kami ke lantai 1 untuk foto bersama dan pembagian sertifikat yang telah ditanda tangani dan diberi stempel. Lalu kami menyanyikan lagu terima kasih untuk stasiun Gambir sebagai penutup kunjungan ini.

4. Kesimpulan
Dengan mempelajari info yang kami dapat saat kunjungan ke Stasiun Gambir, kami dapat menimpulkan bahwa:
a) Dengan adanya kunjungan ini siswa/i dapat mengerti cara mencetak dan membeli tiket online
b) Siswa/i dapat menambah wawasan dari setiap objek yang sudah dijelaskan
c) Siswa/i dapat dapat mengetahui dengan tepat cara kerja stasiun kereta api
d) Kunjungan ini sebagai kegiatan untuk menempatkannya kesadaran siswa/i dalam mengembangi perkembangan zaman yang serba modern.

5. Penutup
Setelah berkunjung ke Stasiun Gambir, kami berjalan kaki menuju Balai Kota. Dikantor Balai Kota kami berfoto di depan gedung yang di fotokan oleh salah satu satpam disana. Lalu kami menuju halte Balai Kota dan naik busway sekitar pukul 11.30 WIB.
Kami senang sekali bisa berkunjung ke Stasiun Gambir karena kami bisa tau mengenai cara memesan tiket secara lansgsung maupun online dan cara mencetak tiket, Kunjungan ini bisa kami jadikan sebagai pengalaman.


Pesan & Kesannya

Semoga apa yang di berikan oleh beliau dapat bermanfaat bagi saya sendiri. Sekali lagi kami berterima kasih kepada kepala stasiun besar gambir dan semoga beliau tidak pernah bosan dengan angkatan sekolah kami yang akan datang.