Kata Pengantar
Segala Puji syukur kita hanturkan kepada Allah SWT karena limpahan rahmat serta anugrah darinya sehingga kami mampu untuk menyelesaikan laporan teentang literasi setiap hari Rabu di SMKN 9 JAKARTA. Sholawat serta salam selalu kita curahkan kepada baginda besar Nabi Muhammad SAW yang sudah menyampaikan petunjuk Allah SWT untuk kita semua, sebuah petunjuk paling benar yakni syariah agama Islam yang sempurna dan satu-satunya karunia paling besar kepada seluruh alam semesta.
Penulis benar-benar berterima kasih sebab mampu menyelesaikan laporan tentang hasil laporan literasi. Akhir kata kami berharap semoga laporan kami dapat bermanfaat bagi kami, kepada pembaca.
Jakarta, 06 April 2018
Setiap hari Rabu pagi, pukul 06:15 kami siswa dan siswi SMK N 9 Jakarta, rutin untuk melakukan literasi. Yaitu membaca buku bersifat fiksi maupun non fiksi, kecuali buku yang mengandung unsur sara atau yang tidak pantas untuk mahasiswa dan mahasiswi. Dalam literasi tersebut kami diberikan waktu 15 menit, setelah selesai biasanya salah satu dari beberapa murid ditunjuk untuk maju kedepan dengan menceritakan buku yang telah dibaca. Jika keadaan lapangan tidak memungkinkan seperti : hujan, maka kami melakukan literasi didalam kelas masing-masing.
Adapun tugas semesteran, yaitu kami siswa dan siswi SMK N 9 Jakarta diberi tugas untuk meresensi buku yang telah kami baca setiap hari rabu.
Judul buku yang saya baca:
Judul buku: "Gerbang Dialog Danur "
Genre: Horror
Pengarang: Risa Saraswati
Penerbit: Bukune
Kota terbit: Jakarta 12630
Cetakan: kedua, 2015
Halaman: xii+224 halaman; 14 x 20 cm
Buku ini menceritakan tentang persahabatan Risa dan kelima sahabatnya yang berbeda dimensi lain. Awal pertemanan mereka saat Risa yang saat itu masih kelas 5 SD, dia baru saja pindah dari desa ke kota Bandung. Risa tinggal bersama nenek dan sepupunya di sebuah rumah peninggalan Belanda. Di rumah inilah Risa memulai persahabatannya dengan lima anak hantu Belanda yang bernama Peter, Hans, Hendrick, William dan Janhsen. Risa mempunyai kelebihan bisa melihat mahluk ghaib. Kelima sahabatnya laki-laki semua sedangkan ia perempuan seorang diri.
Kelebihan risa dapat melihat mereka adalah anugrah dan sekaligus kutukan untuknya. Kelebihan ini membawanya kedalam persahabatan unik dengan anak-anak belanda yang kini ia jalani hari-harinya bersama kelima sahabatnya.
Risa mulai sadar dan mendapati bahwa sahabat yang setiap hari diajaknya mengobrol itu hanyalah sebuah tulang belulang yang tidak bisa menapak di tanah dan mereka berbeda dimensi. Namun, Risa tidak mempersalahkan soal itu. Walaupun Risa dan kelima hantu Belanda itu berbeda dimensi, mereka tetap sahabat.
Mereka berlima hadir membawa warna-warna pelangi tidak hanya hitam ataupun putih. Mereka membawa kebahagiaan dan keceriaan dalam hidupnya. Risa berusaha menjadi pendengar yang baik untuk kelima sahabat hantunya. Kebanyakan dari mereka bercerita tentang kesedihan yang dibuat oleh penjajah Jepang. Terkadang mereka menunjukan ekspresi kemarahan, sedih, menangis tanpa air mata bahkan terkadang menunjukan wujud yang sangat mengerikan. Tetapi, Risa tidak sama sekali takut. Risa berfikiran positif dan mengambil hikmah dari kejadian yang dialami oleh kelima sahabat hantunya itu.
Sudah beberapa tahun Risa dan kelima sahabatnya menjalin persahabatan. Dan saat itulah persahabatan Risa sedang diuji. Risa yang ketika itu masih kecil. Membuat janji terhadap Peter. Risa berjanji mengakhiri hidupnya agar bisa hidup selamanya bersama kelima sahabat hantunya. Risa berusaha menepati janjinya dengan melakukan percobaan bunuh diri sebanyak tiga kali. Mulai dari menyayat tangannya dan meminum obat – obatan warung dalam dosis yang cukup banyak. Tapi usaha yang di lakukan Risa selalu gagal.
Risa pun menyesal karena telah melanggar janji yang dia buat bersama Peter. Akibatnya, Peter pun marah besar dan mengajak empat sahabat Risa pergi meninggalkan Risa dan merekapun tak pernah muncul lagi dihidup Risa selama belasan tahun.
Selama ditinggal kelima sahabat hantunya, Risa encoba menyibukan dirinya dengan kehidupan nyatanya. Tapi tak jarang Risa bertemu dengan sahabat – sahabat hantu lainnya seperti Samantha, Ardiah, Teddy, Edwin, Jane, Sarah, Elizabeth dan Kasih. Tak sedikit dari mereka meminta bantuan kepada Risa untuk menemukan keluarga ataupun kekasih yang mereka cari. Sesungguhnya Risa sangat rindu terhadap kelima sahabat kecil hantunya itu.
Hingga Risa dewasa kelima sahabatnya itu tidak pernah menapakkan batang hidungnya lagi. Sampai saat itu tiba, ketika Risa sedang rekaman lagu untuk albumnya. Kelima sahabat Risa muncul dan memberikan Risa dukungan. Kini kemanapun risa bernyanyi dan pergi selalu ditemani kelima sahabatnya meski kini risa bukan anak kecil seusia mereka namun kebersamaan, canda dan tawa mereka tak perna pudar.
Penutup
Demikianlah penulisan hasil. Saya meminta maaf jika penulisan laporan saya tidak sempurna dan masih banyak kata-kata yang tidak sesuai. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terima Kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum wr. Wb.

